IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur dan mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis menggelar Pembinaan Kepegawaian, Peningkatan Kompetensi SDM Aparatur dalam Mewujudkan Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Baik”, Kamis (07/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Biro SDM Aparatur Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI sebagai narasumber utama, yang memberikan pembinaan langsung kepada para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
Kehadiran Biro SDM Aparatur didampingi oleh Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi ASN, Dr. H. Rahmad Suhadi. M.Pd. Turut hadir, Kepala Bagian TU Kanwil Provinsi Riau dan Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkalis dalam agenda ini.
Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pembinaan yang diberikan oleh Sekretariat Jenderal Kemenag RI.
“Kami menyambut baik pembinaan ini sebagai bentuk perhatian Kementerian Agama terhadap penguatan kapasitas ASN di PTKIN khususnya di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Pembinaan seperti ini sangat penting agar aparatur di kampus memahami peraturan kepegawaian dengan benar dan menjalankan tugas dengan profesional,” ujar Rektor.
Rektor menegaskan bahwa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berkomitmen membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.
Sementara itu dalam pembinaannya, Kepala Biro SDM Aparatur menegaskan pentingnya bagi setiap ASN untuk memahami dan tertib terhadap seluruh regulasi kepegawaian yang berlaku.
“Pemahaman terhadap regulasi kepegawaian menjadi dasar utama dalam membangun aparatur yang profesional dan berintegritas. Ketidaktahuan atau ketidakpatuhan terhadap aturan justru bisa menghambat kinerja dan menimbulkan masalah hukum. Karena itu, ASN harus paham aturan dan tertib administrasi,” tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi ASN tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup penguatan karakter, kedisiplinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai kerja ASN yang berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait pengelolaan kepegawaian, pengembangan karier, serta penerapan regulasi di lingkungan kerja.








