IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Halal Heritage Tourism Asia, The Government and Innovative Models of Halal Heritage Tourism in Asia: Integrating Adat, Sharia Guarantee, and Sustainable Experience Economy.” Acara ini berlangsung di Gedung Pelayanan dan Pembelajaran Mahasiswa pada Selasa(02/12/2025), dan diselenggarakan secara hybrid untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Seminar ini bertujuan untuk mengupas tuntas tantangan dan peluang pengembangan pariwisata halal berbasis warisan budaya di Asia, dengan penekanan pada harmonisasi antara nilai-nilai adat lokal (adat), jaminan kehalalan (syariah), dan prinsip ekonomi berkelanjutan. Fokus utama diskusi adalah peran pemerintah dan model-model inovatif yang dapat diterapkan di berbagai negara di Asia.
Empat narasumber ahli dari dalam dan luar negeri hadir untuk berbagi pandangan dan hasil penelitian mereka, menjadikan diskusi semakin kaya dan multidimensi. Narasumber internasional yang turut memeriahkan acara ini adalah Haruka Suzuki, Ph.D., dosen dari Gakuni University, Jepang; Dr. H. Zuraimi Jumaat, President of Cheon-in Halal Poultry Breeding Technology, Singapura; dan Dr. Akbar Sarif bin Muhammad, dosen dari University of Malaya, Malaysia. Sementara itu, representasi dari dalam negeri diwakili oleh Dr. Jarir, M.Ag., yang juga merupakan Dosen dan Wakil Ketua I IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Muhammad Al-mansur, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh tim.
“Saya mengapresiasi kerja keras dan semangat seluruh dosen dan panitia dalam mensukseskan acara ini. Keberhasilan seminar ini adalah bukti komitmen bersama,” ujar Dr. Al-mansur.
Beliau menegaskan kembali pentingnya kegiatan akademik semacam ini,
“Jurusan syariah dan ekonomi islam selalu berkomitmen untuk menyelenggarakan acara yang mampu meningkatkan kualitas mahasiswa dan kualitas kampus secara keseluruhan.” pungkasnya.
Ditemui usai acara, Rektor IAIN Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag turut mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiatif yang diambil oleh Jurusan Syariah dan Ekonomi. Rektor merasa senang karena kegiatan seminar internasional ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan senang atas terlaksananya kegiatan internasional ini. Ini menunjukkan bahwa IAIN Bengkalis memiliki kapasitas untuk menjadi pusat kajian yang relevan secara global, khususnya dalam isu-isu ekonomi dan pariwisata syariah,” tutur Dr. H. Abu Anwar. Beliau berharap bahwa hasil diskusi dan rekomendasi dari seminar ini dapat berkontribusi signifikan pada pengembangan kebijakan pariwisata halal di Indonesia dan Asia.
Kehadiran para pakar internasional dan topik yang sangat relevan dengan tren pariwisata global menjadikan seminar ini berhasil menarik perhatian banyak peserta, baik dari kalangan akademisi, praktisi pariwisata, maupun mahasiswa. Seminar internasional ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat bagi IAIN Bengkalis dalam memperluas jejaring akademik internasionalnya serta memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam terkemuka.







