IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Menjadi momen bersejarah, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis gelar Wisuda Sarjana Angkatan pertama pada Tahun 2025, Sabtu (29/11/2025).
Dalam kegiatan wisuda turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kementerian Agama RI Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si.,CA.,CSEP.
Dalam moment berharga tersebut, Dr Faisal berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah dalam bentuk ucapan selamat dan motivasi bagi seluruh wisudawan/wati.
Dr. Faisal turut menyampaikan apresiasinya terhadap transformasi yang terjadi di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, alih bentuk STAIN menjadi IAIN merupakan semangat baru menuju perguruan tinggi yang siap bersaing secara global.
Dalam orasinya, Dr. Faisal menggarisbawahi lima indikator fundamental yang menjadi penentu keunggulan suatu perguruan tinggi agar mampu bersaing di tingkat global.
Indikator-indikator ini berkaitan dengan peningkatan mutu akademik, baik melalui Tata Kelola, Dosen dan Mahasiswa. Perguruan tinggi juga harus didukung dengan kurikulum yang adaptif dan relevan, berbasis kebutuhan industri untuk menjamin lulusan sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
“Peralihan bentuk bukan hanya sekedar perubahan nama, tetapi menjadi satu semangat menuju arah yang lebih baik. Institusi perlu untuk melakukan review terhadap bidang pendidikan agar menilai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuha penyerapan kerja.” Ujarnya.
Selanjutnya, Dr. Faisal menyebut Kinerja Lulusan dan Jejaring sebagai indikator krusial. Sebaik apapun kinerja internal kampus, reputasi akhirnya ditentukan oleh seberapa besar tingkat penyerapan kerja lulusan di dunia industri maupun pemerintahan. Oleh karena itu, membangun jejaring alumni yang kuat dan berpengaruh sangat penting untuk membentuk ekosistem karier bagi lulusan baru.
Indikator lainnya adalah Keunggulan Tata Kelola yang Baik dan Keunggulan Komparatif. Tata kelola harus bersifat efektif, efisien, akuntabel, transparan, serta mengedepankan partisipasi publik, yang mana merupakan kunci utama untuk mendapatkan akreditasi tinggi dan membangun branding positif di masyarakat. Sementara itu, keunggulan komparatif merujuk pada kemampuan perguruan tinggi membangun nilai unik melalui budaya akademik yang khas, seperti kewirausahaan, riset multidisiplin, dan teknologi, yang semuanya harus diintegrasikan secara utuh ke dalam kurikulum.
Menutup orasinya, Dr. Faisal memberikan tujuh pesan kunci kepada para wisudawan, mengingatkan bahwa wisuda hanyalah titik awal. Pesan-pesan tersebut meliputi pentingnya terus belajar dan mengembangkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat, tetap fokus pada tujuan melalui perencanaan dan kerja keras, serta membangun jaringan dan komunikasi karena peluang besar sering datang dari hubungan baik.
Integritas dan kejujuran juga menjadi modal penting, dibarengi dengan keberanian untuk mencoba setiap peluang. Terakhir, ia berpesan agar wisudawan selalu berdoa, menghormati orang tua, dan menjadikan kesuksesan sebagai bukti pengorbanan yang tak ternilai dari mereka.
Ia menutup orasi dengan ajakan kepada wisudawan untuk mencium dan merangkul orang tua mereka, mengakui bahwa momen kelulusan adalah puncak kebahagiaan dan hasil perjuangan penuh haru dari orang-orang terkasih.







