IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sukses menggelar Seminar Internasional pada Rabu, (26/11/2025). Acara ini dihadiri oleh Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., Wakil Ketua I Dr. Jarir, M.Ag., Ketua Jurusan Reno Firdaus, ST, M.Si, Sekretaris Jurusan Zulfila,M.Si, Ketua dan Sekretaris Prodi, serta mahasiswa dari seluruh Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan, Reno Firdaus, ST, M.Si, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan Melayu bersama negara serumpun Malaysia dan Brunei Darussalam, selain itu kolaborasi secara internasional juga turut menjadi ajang peningkatan mutu jurusan yang semakin dikenal secara luas.
“Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber dari dalam dan luar negeri, dengan harapan dapat membuka wawasan Melayu yang lebih luas,” ujarnya.
Yang menjadi narasumber dalam kegiatan seminar internasional ini adalah Dr. H. Abu Anwar M.Ag, (Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis), Datuk Seri Syaukani Al Karim (Ketua Umum DPH LAMR Kab Bengkalis), Dr. Junaini Binti Kadan (Dosen Institut Alam dan Peradaban Melayu, Malaysia), dan Prof. Dr. Gamal Abdul Nasir Zakaria, M.Ed (University Brunei Darussalam, Brunei Darussalam).

Melalui Acara Pembukaan Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar,M.Ag, turut memberi sambutan, dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya memelihara dan melestarikan budaya Melayu di era digital.
“Sebagai Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Islam sudah sepatutnya menjadi agen untuk mensyiarkan kepada publik, salah satunya adalah upaya untuk memperkuat dan mempromosikan budaya Melayu di era digital,” katanya.
Dr. Abu Anwar juga menjelaskan bahwa tantangan globalisasi, seperti persaingan ekonomi yang ketat, kesenjangan ekonomi dan sosial, ancaman terhadap identitas budaya lokal, isu lingkungan, dan dampak perubahan teknologi yang cepat, dapat diatasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempromosikan budaya Melayu di era digital.
Strategi yang dapat dilakukan untuk mempromosikan budaya Melayu di era digital antara lain digitalisasi warisan budaya, memanfaatkan media sosial, membuat platform digital, kolaborasi dengan influencer, pendidikan dan pelatihan, jaringan dan komunitas, serta pengembangan konten.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi awal bagi kegiatan lain yang dapat memperkuat dan mempromosikan budaya Melayu di era digital. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa budaya Melayu tetap menjadi bagian dari identitas bangsa dan terus berkembang di era digital.







