By. Abu Anwar
(Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis)
Konsep
Budaya Melayu adalah kesatuan budaya yang mencakup bahasa, adat istiadat, seni, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu, dengan ciri khas utama seperti nilai-nilai agama Islam, adat dan kearifan lokal, serta tradisi maritim yang kuat.
Kekayaan budaya Melayu terlihat dari berbagai aspek, termasuk seni musik (mis. rebana dan seruling), tarian (mis. Zapin), pakaian tradisional (mis. Baju Melayu, dan kuliner khas yang kaya rempah).
Tantangan utama globalisasi mencakup persaingan ekonomi yang ketat, kesenjangan ekonomi dan sosial, ancaman terhadap identitas budaya lokal, isu lingkungan, dan dampak perubahan teknologi yang cepat.
“Merajut budaya” adalah sebuah metafora untuk upaya menjaga, melestarikan, dan menghubungkan berbagai unsur budaya menjadi satu kesatuan yang harmonis. Merajut budaya dapat berarti melestarikan keanekaragaman budaya lokal, memperkuat identitas bangsa melalui budaya, atau mengintegrasikan ekspresi budaya yang mungkin “terpinggirkan” ke dalam budaya nasional.
Jadi, Merajut budaya Melayu serumpun dalam lanskap digital dan tantangan globalisasi merupakan upaya untuk memperkuat dan mempromosikan budaya Melayu di era digital.
Tantangan Merajut Budaya Melayu di Era Digital
- Minimnya Minat Generasi Muda: Salah satu tantangan terbesar adalah minimnya minat dari generasi muda, yang sering menganggap budaya tradisional tidak relevan dengan kehidupan modern.
- Dominasi Budaya Asing: Arus globalisasi menyebabkan masuknya budaya asing yang kuat, yang berpotensi menggeser budaya lokal jika tidak diimbangi dengan inisiatif pelestarian yang menarik.
- Kesenjangan Digital: Akses terhadap teknologi belum merata di semua wilayah, sehingga upaya digitalisasi mungkin belum menjangkau seluruh komunitas Melayu, terutama di daerah terpencil.
Lalu, bagaimana “Merajut budaya Melayu serumpun dalam lanskap digital dan tantangan globalisasi?”
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan:
- Digitalisasi warisan budaya: Mengdigitalkan warisan budaya Melayu, seperti naskah, musik, dan tarian, untuk mem-preservasi (melindungi) dan mempromosikannya secara luas.
- Memanfaatkan Media sosial: Menggunakan media sosial untuk mempromosikan budaya Melayu, seperti membuat konten video, blog, dan akun media sosial yang berbahasa Melayu.
- Membuat Platform digital: Yaitu Membuat platform digital yang dapat menjadi pusat informasi dan promosi budaya Melayu, seperti situs web, aplikasi, dan forum diskusi.
- Kolaborasi dengan influencer (org yg memiliki pengaruh besar): Yaitu berkolaborasi dengan influencer digital yang memiliki pengaruh besar untuk mempromosikan budaya Melayu.
- Pendidikan dan pelatihan: Mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mempromosikan budaya Melayu di era digital.
- Jaringan dan komunitas: Membentuk jaringan dan komunitas yang dapat memperkuat dan mempromosikan budaya Melayu di era digital.
- Pengembangan konten: Mengembangkan konten yang menarik dan relevan dengan budaya Melayu, seperti film, musik, dan permainan.
Tantangan globalisasi dapat diatasi dengan:
- Meningkatkan kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempromosikan budaya Melayu di era digital.
- Menggunakan teknologi: Menggunakan teknologi untuk mempromosikan budaya Melayu dan meningkatkan aksesibilitasnya.
- Kolaborasi internasional: Berkolaborasi dengan organisasi internasional untuk mempromosikan budaya Melayu secara global.
- Pengembangan strategi: Mengembangkan strategi yang efektif untuk mempromosikan budaya Melayu di era digital.
Dengan demikian, budaya Melayu dapat tetap relevan dan berkembang di era digital dan globalisasi.






