Bengkalis — Dosen Program Studi Perbankan Syariah, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Zulfikar Hasan, terus memperkuat kontribusi akademiknya melalui partisipasi sebagai presenter dalam berbagai konferensi ilmiah internasional sepanjang 2026. Sejumlah penelitian yang dipresentasikan mengangkat isu strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Islam, wakaf produktif, tata kelola syariah, perbankan Islam, transformasi digital, serta pembangunan berkelanjutan.
Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif dalam forum akademik internasional untuk mendiskusikan hasil penelitian, memperoleh masukan ilmiah, dan memperluas peluang kolaborasi dengan peneliti dari berbagai institusi.
Salah satu forum yang diikutinya adalah International Conference on Islamic Economics and Sustainable Finance (ICONIESF 2026) pada 29 Mei 2026, yang diselenggarakan melalui kolaborasi IPB University, INTI University, IIBF-IIUM, dan Universiti Brunei Darussalam. Bersama Puji Afriyeni, Zulfikar mempresentasikan paper berjudul “Integrating Green and Blue Waqf into Sustainable Development: A Strategic Model for Islamic Social Finance in Coastal Economies”. Penelitian ini membahas potensi integrasi wakaf hijau dan wakaf biru dalam mendukung keuangan sosial Islam dan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.
Pada 2 September 2026, ia berpartisipasi dalam International Conference on Islamic Studies (ICIS 2026) yang diselenggarakan oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Dalam forum tersebut, ia mempresentasikan penelitian berjudul “Assessing the Governance of Danantara Indonesia through the Lens of Maqashid Shariah”, yang mengkaji tata kelola melalui perspektif maqashid syariah.
Kontribusi penelitian berikutnya ditampilkan dalam konferensi Values for Impact: Solidarity, Authenticity and Prosperity, yang berlangsung pada 23–24 September 2026 di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh International University of Sarajevo dan Islamic Development Bank Institute tersebut, Zulfikar berkolaborasi dengan Prof. M. Kabir Hassan dari University of New Orleans, Amerika Serikat. Paper mereka berjudul “Islamic Bank Financing and Hospital Performance: Evidence from Shariah-Compliant Hospitals in Indonesia”, yang menyoroti hubungan pembiayaan bank syariah dengan kinerja rumah sakit yang memenuhi prinsip syariah.
Selanjutnya, pada 25–27 September 2026, ia mengikuti International Conference on Istiqlal Declaration 2026 di Jakarta dengan mengangkat paper berjudul “Beyond Worship: Mosque-Based Islamic Social Finance for Community Empowerment, Social Harmony, and Peacebuilding”. Penelitian tersebut membahas peran keuangan sosial Islam berbasis masjid dalam pemberdayaan masyarakat, penguatan harmoni sosial, dan pembangunan perdamaian.
Pada 26 September 2026, Zulfikar bersama Puji Afriyeni dan Sri Wahyuningsih juga mempresentasikan paper dalam The 5th International Conference on Islamic Economics, Business and Philanthropy (ICIEBP 2026). Karya berjudul “Contemporary Fatwas on Islamic Fintech and Digital Assets: Their Role in Promoting Financial Stability and Global Ummah Harmony” mengangkat relevansi fatwa kontemporer dalam merespons perkembangan teknologi keuangan Islam dan aset digital.
Partisipasi lainnya berlangsung dalam 2nd Global Conference on Waqf Development (2nd GLOW 2026) yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia pada 12 Oktober 2026. Bersama Puji Afriyeni dan Sri Wahyuningsih, ia mempresentasikan penelitian berjudul “Unlocking Productive Waqf in Island Communities: Evidence from Bengkalis, Indonesia”. Penelitian ini menyoroti potensi dan pengembangan wakaf produktif dalam konteks masyarakat kepulauan dengan Bengkalis sebagai fokus kajian.
Beragam topik tersebut menunjukkan luasnya cakupan penelitian yang dikembangkan, mulai dari penguatan instrumen keuangan sosial Islam hingga tata kelola, pembiayaan perbankan syariah, dan respons keilmuan terhadap transformasi digital. Sejumlah penelitian juga melibatkan kolaborasi dengan akademisi lain, baik dari dalam maupun luar negeri.
Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dosen dalam forum ilmiah internasional merupakan salah satu sarana untuk memperluas jejaring akademik, memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah yang lebih luas, serta membuka peluang pengembangan riset kolaboratif. Selain itu, penelitian yang mengangkat konteks lokal seperti Bengkalis juga berpotensi memperkenalkan persoalan dan peluang pembangunan masyarakat kepulauan ke dalam diskusi akademik yang lebih luas.
Melalui kegiatan penelitian dan partisipasi akademik tersebut, Zulfikar Hasan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi dan keuangan Islam serta mendukung penguatan budaya riset di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.







