IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Malaysia — Dua mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis, Muhammad Samman Zainy (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam) dan Siti Khadijah (Program Studi Sosiologi Agama), mengikuti kegiatan Latihan Amali Dakwah (LAD) Lembayung Murni 1.0 yang diselenggarakan oleh JAKMA Fakulti Pengajian Islam (FPI) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Senin (26/01/2026).
LAD Lembayung Murni 1.0 merupakan program latihan dakwah lapangan yang dilaksanakan di Kampung Orang Asli Pos Titom, Kuala Lipis, Pahang. Kegiatan ini diikuti oleh 79 mahasiswa UKM, dua mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, serta tiga mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Kampung Pos Titom dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan wilayah pedalaman dengan keterbatasan akses infrastruktur dan sarana keagamaan.
Program ini mengusung konsep dakwah yang menekankan pendekatan sosial dan kemanusiaan, dengan mengedepankan nilai kebersamaan, empati, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam agenda harian yang edukatif dan menghibur agar masyarakat merasa nyaman serta terbuka terhadap kehadiran para mahasiswa.
Masyarakat Kampung Pos Titom diketahui menganut agama Islam dan Kristen. Namun, keterbatasan akses pendidikan keagamaan dan jauhnya jarak dari pusat kota menyebabkan pemahaman keagamaan masyarakat belum berkembang secara optimal. Melalui pendekatan dakwah kepemimpinan dan dakwah bil hal, program LAD diharapkan mampu memberikan inspirasi serta dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universiti Kebangsaan Malaysia atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universiti Kebangsaan Malaysia, khususnya Fakulti Pengajian Islam dan JAKMA, yang telah membuka ruang kolaborasi dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa kami untuk belajar langsung melalui Latihan Amali Dakwah ini,” ungkapnya.
Menurut Rektor, kegiatan ini menjadi pengalaman internasional yang sangat berharga bagi mahasiswa.
“Program ini tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan dan praktik dakwah mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan akademik dan persaudaraan serumpun antara Indonesia dan Malaysia. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di masa mendatang,” tambahnya.







