IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (Humas) Bengkalis – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Bestari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis menyelenggarakan seminar tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai bahaya karhutla sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam seminar tersebut, Mapala Bestari menghadirkan Erzan Syah, Analis Kebencanaan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis. Ia memaparkan materi mengenai fenomena El Nino serta faktor antropogenik atau aktivitas manusia yang berpotensi memicu dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Erzan menjelaskan bahwa kondisi iklim dan perilaku manusia memiliki keterkaitan dalam meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kedua faktor tersebut menjadi penting agar masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui seminar ini mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Ketua Umum Mapala Bestari, Perinanda Rambe, menegaskan bahwa mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami persoalan lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Perinanda, mahasiswa pecinta alam perlu mengambil bagian dalam mencari solusi atas permasalahan karhutla. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kesadaran lingkungan, penyebaran informasi mengenai bahaya kebakaran, serta keterlibatan dalam berbagai upaya pelestarian alam di lingkungan masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Mapala Bestari, Saifullah, mengingatkan bahwa kepedulian terhadap alam harus diwujudkan melalui tindakan konkret, bukan sebatas slogan ataupun kegiatan seremonial. Ia berharap seminar ini dapat memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam upaya pencegahan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis.







