IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (Humas) Surabaya,– Proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2026 mencatatkan rekor baru. Berdasarkan data nasional, jumlah satuan pendidikan yang teregistrasi melonjak signifikan menjadi 14.378 sekolah, naik tajam dari tahun sebelumnya yang berada di angka 13.438. Capaian ini menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam negeri di Indonesia.
Keberhasilan eskalasi data ini mendapat apresiasi khusus dalam acara pembukaan Konsolidasi Strategi Publikasi SPAN-PTKIN 2026 dan Pengembangan Konstruk yang dihelat di Tunjungan Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (11-13 Februari 2026), dengan agenda utama mematangkan pola komunikasi publik demi kesuksesan penerimaan mahasiswa baru Jalur SPAN PTKIN.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I, dalam laporannya secara gamblang memuji peran humas di seluruh PTKIN yang ia sebut sebagai “ujung tombak” penyampaian informasi. Menurutnya, kerja keras humas dalam mendistribusikan informasi secara masif menjadi kunci utama di balik peningkatan partisipasi sekolah dalam PDSS. Prof. Aziz menekankan agar setiap praktisi humas tidak hanya berhenti pada publikasi rutin, tetapi juga wajib memantau perkembangan melalui dashboard digital serta menyiapkan roadmap yang terstruktur hingga penutupan pendaftaran.
“Humas harus mampu membangun relasi kuat dengan pemangku kepentingan dan memberdayakan alumni sebagai influencer untuk menarik minat generasi Z. Dengan ikhtiar yang terukur, kita optimis PTKIN akan semakin dikenal luas dan jumlah mahasiswa terus bertumbuh,” tegas Prof. Abdul Aziz di hadapan para delegasi humas se-Indonesia pada Rabu malam (11/02).
Senada dengan itu, Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, mengajak seluruh elemen humas untuk memperkuat ekosistem kolaborasi. Ia menyadari adanya tantangan internal dan eksternal yang semakin kompleks, sehingga sinergi melalui transfer knowledge dan berbagi praktik terbaik (best practices) menjadi hal yang mutlak dilakukan agar seluruh PTKIN dapat mencapai kesuksesan bersama.
Sementara itu, turut hadir Dirjen Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M. Ag saat kegiatan penutupan. Dalam peyampaianannya beliau memberikan strategi dan arahan bagi kinerja humas, ia juga meresap seluruh keresahan dan kendala yang kerap dialami oleh humas dilapanagan untuk mencari solusi dan mendukung humas agar terfasilitasi dengan lebih baik.

IAIN Datuk Laksemana Bengkalis turut mengambil peran aktif dalam konsolidasi nasional ini, Alda Febrinela, S.Sos, sebagai Pranata Hubungan Masyarakat IAIN Datuk Laksemana Bengkalis hadir sebagai perwakilan humas. Kehadiran delegasi dari Bengkalis ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk menyerap inovasi promosi yang relevan dengan kebutuhan zaman, guna memastikan informasi SPAN-PTKIN tersampaikan hingga menarik minat siswa untuk melanjutkan kuliah di kampus melayu.
Menanggapi kabar baik tersebut, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah-langkah strategis yang dirumuskan di Surabaya. Beliau menilai bahwa capaian kenaikan angka PDSS secara nasional merupakan pelecut semangat bagi IAIN Bengkalis untuk lebih agresif dalam melakukan promosi institusi.
” Bagi IAIN Bengkalis, humas bukan sekadar fungsi administratif, melainkan jembatan kepercayaan antara kampus dan calon mahasiswa. Partisipasi humas dalam kegiatan ini diharapkan membawa pulang strategi baru dalam memanfaatkan teknologi informasi, sehingga visi kita untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa baru di tahun 2026 ini dapat tercapai secara maksimal,” tutur Dr. H. Abu Anwar.
Melalui konsolidasi ini, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berkomitmen untuk mengimplementasikan arahan panitia nasional, termasuk dalam hal transparansi informasi dan pemanfaatan platform digital secara kreatif. Dengan sinergi yang terbangun selama tiga hari di Surabaya, diharapkan proses seleksi SPAN-PTKIN 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan bibit unggul bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.







