IAIN Datuk Laksamana Bengkalis (Bengkalis) Humas – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksamana Bengkalis melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Edukasi Etnopedagogi Melayu Islami” yang diselenggarakan di Desa Pasiran pada tanggal 20 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan menanamkan nilai-nilai budaya Melayu yang berlandaskan ajaran Islam kepada masyarakat, khususnya guru PAUD, orang tua, dan generasi muda.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi PIAUD dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, peserta memberikan edukasi mengenai pentingnya memahami budaya Melayu Islami sebagai identitas daerah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dosen berperan sebagai pembimbing dan narasumber, sementara mahasiswa terlibat aktif dalam penyampaian materi, pendampingan peserta, serta pelaksanaan berbagai kegiatan edukatif di lapangan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui berbagai bentuk edukasi, seperti penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik pembelajaran, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat dan guru-guru PAUD setempat. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, peserta diajak untuk mengenal nilai-nilai luhur budaya Melayu yang sejalan dengan
ajaran Islam, seperti sopan santun, gotong royong, hormat kepada orang tua, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain penyampaian materi, mahasiswa PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis juga memperkenalkan berbagai permainan edukatif berbasis etnopedagogi Melayu Islami kepada guru-guru PAUD dan masyarakat Desa Pasiran. Kegiatan ini bertujuan memberikan contoh penerapan pembelajaran yang mengintegrasikan unsur budaya lokal dan nilai-nilai keislaman ke dalam aktivitas bermain anak. Melalui praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman mengenai penggunaan permainan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek kognitif, sosial, bahasa, moral, dan motorik anak usia dini. Dengan demikian, budaya Melayu Islami dapat dikenalkan kepada anak-anak secara menyenangkan, kreatif, dan bermakna sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Pasiran memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai konsep etnopedagogi Melayu Islami. Etnopedagogi merupakan pendekatan pendidikan yang memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber pembelajaran sehingga mampu membentuk karakter yang berakhlak mulia, berkepribadian baik, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan edukasi, dosen dan mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Budaya Melayu Islami dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap memiliki identitas budaya yang kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pasiran. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi kegiatan, berdiskusi, mencoba permainan edukatif yang diperkenalkan, serta berbagi pengalaman terkait penerapan nilai-nilai budaya Melayu Islami dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran anak usia dini.
Melalui pelaksanaan PKM ini, dosen dan mahasiswa PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya bersama membangun generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ke depan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan pendidikan karakter masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai Melayu Islami dapat terus hidup dan berkembang sebagai warisan yang berharga bagi generasi masa depan.







