IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (Humas) Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat di Masjid Agung Istiqomah, Bengkalis. Kegiatan keagamaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini menghadirkan Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., sebagai pengisi tausiah utama di hadapan Para jemaah yang memadati ruang utama masjid.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan pimpinan daerah, di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-R) Kabupaten Bengkalis. Kehadiran para tokoh adat dan agama ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam membangun masyarakat yang religius.

Bupati Bengkalis, Kasmarni, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Andris Wasono, AP, M.Si, hadir untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Andris menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap antusiasme masyarakat yang tetap menjaga nilai-nilai islami di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Membacakan amanat tertulis Bupati, Andris Wasono menekankan bahwa momentum Isra Mi’raj harus dijadikan titik balik bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri. “Melalui peringatan ini, mari kita jadikan inspirasi untuk membangun Kabupaten Bengkalis dengan nilai-nilai religius dan kebersamaan. Perjalanan Rasulullah mengajarkan kita tentang keteguhan, yang harus kita implementasikan dalam mewujudkan Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera,” ujar Andris dalam sambutannya.
Memasuki inti acara, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., dalam ceramahnya membedah makna filosofis dan teologis dari perjalanan malam Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan bahwa inti dari peringatan ini adalah transformasi hati dan penguatan tauhid. Menurutnya, tanpa hati yang bersih, seorang manusia sulit untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap derap langkah kehidupannya.
Secara spesifik, Dr. Abu Anwar menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah ujian mutlak bagi keimanan umat Islam. “Peristiwa Isra Mi’raj adalah peristiwa iman dan keyakinan. Iman merupakan fondasi utama untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk terus menjaga, memperbaharui, dan membersihkan hati agar cahaya iman itu tetap bersinar,” papar Rektor dengan lugas.
Peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung khusyuk ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan daerah dan bangsa. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan diharapkan mampu menyerap ceramah yang disampaikan, sehingga nilai-nilai ibadah shalat yang menjadi nilai utama Isra Mi’raj dapat tercermin dalam perilaku sosial sehari-hari di Kabupaten Bengkalis.







