IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (Humas) Bengkalis – Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi dengan tema “Manajemen Budaya dan Lingkungan Pesantren” pada Rabu (10/06/2026). Bertempat di Aula Perpustakaan, acara ini dihadiri oleh mahasiswa yang antusias menggali ilmu langsung dari praktisi berpengalaman.
Kegiatan ini menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Nurussalam Mentayan, Kyai Muhammad Nizar, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan krusialnya pengelolaan budaya serta lingkungan pesantren yang kondusif guna mendukung proses pendidikan, pembinaan karakter santri, dan pengembangan kelembagaan.
Kyai Nizar membagikan berbagai strategi praktis dalam membangun budaya disiplin dan religiusitas di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, lingkungan yang tertata dengan baik merupakan faktor kunci dalam menciptakan suasana belajar yang efektif dan mampu membentuk karakter santri yang berdaya saing.

Syafa’atul Habib, M.Pd., selaku Ketua Prodi MPI sekaligus dosen pengampu mata kuliah Manajemen Pesantren yang mendampingi jalannya acara, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kuliah praktisi ini merupakan bagian integral dari upaya kami untuk menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan realitas di lapangan. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep manajemen pesantren secara administratif, tetapi juga mampu menginternalisasi filosofi budaya pesantren yang diterapkan oleh praktisi langsung,” ujar Syafa’atul Habib.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana para mahasiswa aktif menggali informasi mengenai tantangan pengelolaan pesantren di era modern serta upaya menjaga keberlanjutan budaya organisasi di lembaga pendidikan Islam tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam mendalami tata kelola pesantren yang profesional namun tetap menjaga nilai-nilai khas pesantren.
Dengan terselenggaranya kuliah praktisi ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan wawasan serta pengetahuan implementatif mengenai manajemen budaya dan lingkungan yang nantinya akan menjadi bekal berharga saat mereka terjun langsung di dunia pendidikan Islam.








