IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Yogyakarta – Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., menghadiri pembukaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) III yang secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu Malam (4/11/2026).
Mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”, OASE PTKIN III berlangsung pada 3–7 November 2026 dan diikuti mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia.
Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya membangun tradisi keilmuan dan menghidupkan kembali kejayaan peradaban Islam melalui penguasaan sains dan teknologi. Ia mengingatkan bahwa Islam memiliki tradisi panjang dalam menghargai ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi.
Menurutnya, semangat pengembangan sains dan teknologi telah tumbuh sejak masa Rasulullah SAW. Hal tersebut tercermin dari keterbukaan terhadap gagasan, kreativitas, serta berbagai inovasi yang lahir dari para sahabat dan generasi muda pada masa itu.
Menag juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi di tengah perkembangan zaman, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mahasiswa PTKIN diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan menciptakan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan masa depan.
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan bahwa kemajuan sains dan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama. Ilmu pengetahuan yang tidak dilandasi nilai moral dan spiritual berpotensi kehilangan arah dalam pemanfaatannya.
Kehadiran Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dalam pembukaan OASE PTKIN III menjadi bentuk dukungan institusi terhadap pengembangan potensi dan prestasi mahasiswa, sekaligus memperkuat semangat kompetisi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Pada ajang nasional tersebut, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis turut mengirimkan satu perwakilan mahasiswa untuk berkompetisi pada cabang Daiyah. Meskipun hanya mengikuti satu cabang lomba, IAIN Bengkalis tetap optimistis dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik almamater.
“Kami optimistis mahasiswa yang mewakili IAIN Datuk Laksemana Bengkalis mampu menampilkan kemampuan terbaiknya. Keikutsertaan ini bukan semata-mata tentang hasil kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi, menambah pengalaman, dan membawa nama baik institusi,” ungkap Rektor.
Melalui penyelenggaraan OASE PTKIN III, Kementerian Agama berharap lahir generasi mahasiswa yang unggul dalam bidang keagamaan, sains, dan riset. Ajang ini sekaligus menjadi momentum bagi PTKIN untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan daya saing, serta melahirkan generasi yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman demi kemajuan peradaban bangsa.







