IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – UPA Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis menggelar kegiatan “Literasi Inklusi: Belajar Bahasa Isyarat Dasar” bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap pentingnya komunikasi yang inklusif, Senin (05/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. Supardi Ritonga, M.A., Kepala UPA Perpustakaan Suhaila, S.IP. beserta seluruh anggota UPA Perspustakaan, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos., M.T. beserta rombongan. Hadir sebagai fasilitator, Ages Budiman, S.Pd., M.M., Gr., Guru SLBN Bengkalis sekaligus Owner Teman Tumbuh.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. Supardi Ritonga, M.A., menyampaikan apresiasi kepada UPA Perpustakaan yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan Literasi Inklusi tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada UPA Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat positif ini. Menurutnya, kegiatan belajar bahasa isyarat dasar tidak hanya menjadi bagian dari penguatan literasi inklusi di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang dipersiapkan menjadi calon guru. Kemampuan dasar bahasa isyarat diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi calon guru dalam membangun kompetensi dan kesiapan menghadapi lingkungan pendidikan yang semakin inklusif.,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis atas kolaborasi yang terjalin dengan baik bersama IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis atas kolaborasi yang apik ini. Mudah-mudahan kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut dan menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Bengkalis, Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos., M.T., menyampaikan bahwa literasi memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami kondisi lingkungan serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai kelompok masyarakat.
Ia mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara Dispersip Kabupaten Bengkalis dengan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dalam memperkuat budaya literasi yang inklusif.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana pengetahuan yang kita miliki dapat memberikan manfaat dan membuat kita mampu berinteraksi dengan masyarakat secara lebih baik. Bahasa isyarat merupakan salah satu bentuk komunikasi yang perlu kita kenal agar tidak ada sekat dalam berinteraksi,” ungkap Hendrik.
Melalui kegiatan Literasi Inklusi: Belajar Bahasa Isyarat Dasar, UPA Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis bersama Dispersip Kabupaten Bengkalis berharap dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya membangun lingkungan yang ramah, terbuka, dan inklusif.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program literasi lainnya, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.







