IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis melalui Pusat Penjaminan Mutu (P2M) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Risiko (risk based), sebagai upaya penguatan tata kelola mutu perguruan tinggi yang adaptif dan berkelanjutan, Senin (09/02/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan di lingkungan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis serta perwakilan dosen dari berbagai program studi. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas sivitas akademika dalam menyusun dan mengimplementasikan SPMI yang berbasis pada pemetaan dan pengendalian risiko institusi.
Workshop menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd, selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga sekaligus Ketua Perkumpulan Lembaga Penjaminan Mutu (PILJAMU). Dalam pemaparannya, Prof. Budiyono menjelaskan pentingnya pendekatan risk based dalam SPMI agar perguruan tinggi mampu mengantisipasi potensi risiko sekaligus memanfaatkan peluang peningkatan mutu secara sistematis.
Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis melalui Wakil Ketua I, Dr. Jarir, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan SPMI berbasis risiko merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika dan tuntutan akuntabilitas perguruan tinggi saat ini. Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan pimpinan dan dosen dalam sistem penjaminan mutu, karena mutu perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari komitmen bersama seluruh sivitas akademika.
Sementara itu, Ketua Pusat Penjaminan Mutu (P2M) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Johan Andriesgo, M.Pd.I menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah awal dalam memperkuat implementasi SPMI yang lebih terstruktur dan berbasis analisis risiko.
“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama terkait penyusunan dan penerapan SPMI berbasis risiko. P2M berkomitmen untuk terus mendampingi unit-unit dalam membangun budaya mutu yang konsisten dan berkelanjutan,” jelas Ketua P2M.
Ketua P2M menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam proses penyusunan SPMI berbasis risiko. Ke depan, akan didatangkan langsung narasumber ke kampus guna melakukan review dan pendampingan atas hasil kerja yang telah disusun oleh peserta workshop.







