IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah), IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sukses menyelenggarakan Simposium Hukum Nasional Mahasiswa secara daring melalui platform Zoom Meeting, Rabu (04/11/2026).
Mengangkat tema “Prabowonomic; Keselarasan Konstitusional, Wewenang Negara, dan Landasan Hukum Pembangunan Nasional”, kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk mengkaji dan mendiskusikan arah kebijakan ekonomi serta pembangunan nasional melalui perspektif hukum tata negara dan konstitusi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis melalui Wakil Rektor II, Dr. Chanifudin, M.Pd dan dipandu oleh moderator Askana Fikriana, M.H., yang mengarahkan jalannya diskusi dan pemaparan materi dari para pembicara.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. Chanifudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Simposium Hukum Nasional Mahasiswa yang digagas oleh Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah). Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan keilmuan, serta mengasah keberanian dalam menyampaikan gagasan dan argumentasi hukum terhadap isu-isu nasional. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia.
Simposium nasional ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia sebagai pembicara. Mereka mempresentasikan hasil kajian, pemikiran, serta gagasan kritis sesuai dengan tema yang diangkat.
Adapun para pembicara yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi, yakni Satrio Khairil Anam dan Ahkmal Sahroni dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis; Abdul Manan Bisri dari UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon; Karunia Akbar dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh; Daffa Dzaki Fath Arifin dan rekan-rekan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Ananda Mutiara dan rekan-rekan dari UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan; serta Andiko, Liwa Ilhamdi, Muhammad Yazid, Qodri Arrohman dan rekan-rekan dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Untuk memperkuat kualitas akademik kegiatan, simposium ini juga menghadirkan tiga reviewer, yaitu Dr. Delfi Suganda, S.H.I., LL.M. dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Deri Rizal, S.H.I., M.H. dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta Muhammad Afdhal Askar dari IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Para reviewer berperan memberikan tinjauan, masukan, dan penilaian terhadap gagasan serta pemaparan yang disampaikan para pembicara.
Dimulai sejak pukul 07.30 WIB, simposium berlangsung interaktif dengan diskusi yang dinamis antara pembicara, reviewer, dan peserta. Berbagai perspektif dan argumentasi akademik turut mewarnai pembahasan, khususnya mengenai keselarasan kebijakan pembangunan nasional dengan prinsip-prinsip konstitusi, kewenangan negara, serta landasan hukum yang mendasarinya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berharap dapat terus menghadirkan ruang akademik berskala nasional yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan secara ilmiah.
Simposium ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk bertukar pemikiran dan memberikan kontribusi intelektual melalui kajian hukum yang konstruktif bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.







