Oleh : Abu Anwar
Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
Takdir merujuk pada konsep bahwa segala hal yang terjadi di alam semesta,mulai dari gerak planet hingga peristiwa dalam hidup manusia, telah diatur atau ditentukan oleh Allah, Tuhan yang maha kuasa. Sedangkan keinginan adalah dorongan, harapan, atau hasrat yang timbul dalam diri seseorang untuk memiliki, mencapai, atau merasakan sesuatu. Keinginan merupakan bagian alami dari dinamika psikologis dan penggerak utama tindakan manusia. Misalnya firman Allah yang artinya,
“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami berkuasa menghilangkannya.” (QS. al-Mu’minun: 18)
Hujan bukanlah proses yang sederhana. Terjadinya hujan melibatkan kerja sama berbagai hukum alam yang sangat kompleks—mulai dari angin, matahari, lautan, suhu, kelembapan, hingga posisi bumi. Siapakah yang merancang dan mengendalikan semua ini? Tak ada manusia yang mampu melakukannya. Oleh karena itu, Allah menegaskan bahwa urusan hujan adalah satu dari lima kunci perkara gaib yang hanya dikuasai oleh-Nya (QS. Luqman: 34).
Generasi Salafus Sholih sangat memahami bahwa segala sesuatu hanya terjadi atas izin Allah. Sebuah riwayat menceritakan perselisihan antara ulama Tabi’in, Mutharrif bin ‘Abdillah (w. 95 H), dengan seseorang di masjid. Karena orang tersebut mengucapkan kata-kata buruk, Mutharrif berdoa, “Jika engkau dusta, semoga Allah mematikanmu!”
Seketika orang itu meninggal di tempat. Keluarganya lalu melaporkan Mutharrif kepada Gubernur Ziyad Ibnu Abihi. Ketika dipastikan Mutharrif tidak menyentuh maupun memukul orang tersebut, Ziyad menegaskan, “Ini hanyalah doa orang shalih yang kebetulan sesuai dengan takdir.” Mutharrif pun dibebaskan dari segala sanksi (HR. Ibnu ‘Asakir).
Kisah ini mengajarkan kita untuk menyikapi pasang surut kehidupan dengan bijak: tetap optimis, tidak menyalahkan keadaan, dan bangkit dari setiap masalah. Semua yang terjadi berada di bawah rencana dan keadilan Allah, tentu pasti ada hikmahnya. Sementara manusia hanya mempunyai keinginan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Bersemangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika engkau tertimpa sesuatu, jangan katakan: ‘Seandainya aku lakukan ini, pasti jadinya begini.’ Tetapi katakanlah: ‘Allah telah menakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.’ Sebab, kata ‘seandainya’ membuka pintu perbuatan setan.” (HR. Muslim)





