Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksamana Bengkalis melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pengelolaan Lingkungan yang Ramah Motorik Kasar Berdasarkan Sunah dan Budaya Melayu” yang diselenggarakan di Desa Pangkalan Batang pada tanggal 13 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya guru PAUD dan orang tua, mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia dini dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan budaya Melayu.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi tentang pentingnya lingkungan yang mendukung aktivitas fisik anak melalui permainan dan kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak serta berlandaskan nilai-nilai sunah dan kearifan budaya Melayu.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui berbagai bentuk edukasi, seperti penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penggunaan media permainan, serta pendampingan kepada guru dan masyarakat dalam mengelola lingkungan belajar yang ramah terhadap perkembangan motorik kasar anak. Suasana kegiatan berlangsung penuh kebersamaan dengan memperkenalkan berbagai aktivitas fisik yang mengajarkan nilai disiplin, kerja sama, kesabaran, dan saling menghormati sebagaimana yang diajarkan dalam Islam dan budaya Melayu.
Selain penyampaian materi, mahasiswa PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis juga memperkenalkan berbagai permainan tradisional Melayu yang dapat menstimulasi motorik kasar anak, seperti Estafet Kebersihan Rumah,Board game edukatif, Lintasan motorik rumahku, dan egrang batok kelapa. Permainan tersebut menjadi salah satu media pembelajaran yang mampu mengembangkan keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, kekuatan otot, kemampuan sosial, serta menumbuhkan rasa kebersamaan pada anak usia dini.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Pangkalan Batang memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang ramah motorik kasar. Lingkungan yang mendukung aktivitas bermain dan bergerak menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus mengenalkan mereka pada nilai-nilai sunah seperti menjaga kebersihan, hidup sehat, dan membiasakan aktivitas fisik yang bermanfaat, serta mempertahankan budaya Melayu sebagai warisan yang perlu dilestarikan.
Selain memberikan edukasi, dosen dan mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sarana belajar dan bermain bagi anak usia dini. Pemanfaatan permainan tradisional serta lingkungan yang aman dan mendukung diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai serta memperkuat interaksi sosial anak dengan teman sebaya dan masyarakat sekitar.
Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pangkalan Batang. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti sesi penyampaian materi, berdiskusi, mencoba berbagai permainan tradisional, serta berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Melalui pelaksanaan PKM ini, dosen dan mahasiswa PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya bersama menciptakan generasi yang sehat, aktif, berkarakter, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan budaya Melayu.
Ke depan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap pendidikan anak usia dini, pelestarian budaya lokal, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, lingkungan yang ramah terhadap perkembangan motorik kasar anak dapat terus diwujudkan demi terciptanya generasi yang sehat, mandiri, dan berakhlak mulia.







