IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (Humas) Bengkalis – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis sukses menggelar prosesi yudisium bagi 15 mahasiswa angkatan terbaru pada Rabu (01/07/2026). Bertempat di lingkungan kampus, kegiatan ini menjadi momentum penting pengukuhan gelar akademik bagi para lulusan pascasarjana.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan institusi dan fakultas, di antaranya Wakil Rektor I IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. Supardi Ritonga, M.A., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. H. Nasrun Harahap, M.A., serta Plt. Kaprodi Magister PAI, Dr. Haris Riadi, M.Ag.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK, Dr. H. Nasrun Harahap, M.A., memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta yudisium. Ia mengingatkan bahwa gelar magister yang disandang membawa konsekuensi tanggung jawab sosial yang besar.
“Gelar magister bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan gerbang awal untuk menebar manfaat yang lebih luas. Saya berharap saudara sekalian mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai moderasi dan solusi pendidikan Islam yang kontekstual bagi masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis,” ujar Dr. H. Nasrun Harahap, M.A.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. Supardi Ritonga, M.A., menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta mengedepankan integritas dalam pengabdian.
“Di dunia pendidikan dan dakwah, kompetensi saja tidak cukup. Dibutuhkan integritas, kejujuran, dan akhlakul karimah yang menjadi identitas lulusan IAIN Datuk Laksemana. Jadikanlah ilmu yang telah saudara peroleh sebagai kompas dalam bertindak dan mengabdi, sehingga kehadiran saudara dapat dirasakan dampaknya oleh bangsa dan agama,” tegas Dr. Supardi Ritonga, M.A.
Plt. Kaprodi Magister PAI, Dr. Haris Riadi, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas ketekunan 15 mahasiswa yang hari ini resmi menyandang gelar magister. Ia berharap para lulusan tetap menjalin silaturahmi dengan institusi dan terus berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Bengkalis dan sekitarnya.







