Bengkalis – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis bekerja sama dengan Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-’Arabiyyah (IMLA) Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Sinergi Pengurus IMLA dalam Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab. Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi, guru, dan pengurus IMLA untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Arab. Selasa (07/07/2026).
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Dadang Firdaus, M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD sebagai wadah memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi profesi dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa Arab.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FTIK IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Marhamah Ulfa, M.Pd. Beliau berharap FGD ini dapat menghasilkan gagasan dan program kolaboratif yang berdampak pada peningkatan kompetensi guru bahasa Arab serta memperkuat sinergi antarlembaga.
Selanjutnya, Wakil Dekan I FTIK IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. Wan Muhammad Fariq, Lc., M.Pd., menegaskan pentingnya membangun kerja sama yang berkelanjutan antara IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Menurutnya, kolaborasi dalam bidang pendidikan bahasa Arab melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan kompetensi akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Arab di masa mendatang.
Sesi inti FGD menghadirkan Ketua Umum Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-’Arabiyyah (IMLA) Indonesia, Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan sejarah berdirinya IMLA sebagai organisasi yang menghimpun para pendidik bahasa Arab di Indonesia. IMLA didirikan sebagai wadah untuk mempererat ukhuwah akademik, meningkatkan kompetensi guru dan dosen, serta memperkuat kontribusi pendidikan bahasa Arab melalui berbagai program yang berorientasi pada pengembangan keilmuan dan profesionalisme.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab. Salah satu fokus pembahasan adalah pentingnya membangun bi’ah lughawiyyah (lingkungan berbahasa Arab) di kampus dan sekolah sebagai upaya mendukung keberhasilan pembelajaran bahasa Arab.
Forum juga membahas penyusunan program kerja Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-‘Arabiyyah (IMLA) Kabupaten Bengkalis yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, seminar, mukhayyam araby, pendampingan karya ilmiah, serta forum diskusi untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan pembelajaran bahasa Arab di sekolah.
Melalui FGD ini, peserta sepakat memperkuat kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FTIK IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, sekolah, dan IMLA dalam mengembangkan program-program berkelanjutan yang mendukung peningkatan kompetensi guru, penguatan bi’ah lughawiyyah, dan kemajuan pendidikan bahasa Arab di Kabupaten Bengkalis.







