IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sukses menggelar kegiatan bedah buku bertajuk “Di Umur Dua Puluhan” karya Faza’ur Ravida, S.Sos., pada Kamis (16/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lantai 1 Gedung Perpustakaan ini menarik perhatian mahasiswa untuk diskusi literasi tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor 1 Dr. Supardi Ritonga, M.A., Ketua UPA Perpustakaan, Suhaila, S.IP., serta menghadirkan Khairul Azan, M.Pd (Dosen IAIN Bengkalis) sebagai pembedah utama. Diskusi dipandu oleh Risma Junita, S.KPm., M.Si. selaku moderator.

Penulis buku, Faza’ur Ravida, S.Sos, yang merupakan alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, hadir langsung untuk berbagi proses kreatif dan pesan mendalam di balik karyanya yang menyoroti dinamika kehidupan pemuda di fase usia dua puluhan.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, Wakil Rektor 1, Dr. Supardi Ritonga, M.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peran alumni dalam memberikan kontribusi nyata bagi iklim akademik di kampus.
“Kami sangat bangga melihat alumni IAIN Bengkalis kembali ke kampus bukan hanya sebagai tamu, melainkan membawa karya nyata. Buku ini adalah bukti bahwa lulusan kita memiliki daya saing dan kreativitas yang luar biasa dalam dunia literasi,” ujar Dr. Supardi.
Lebih lanjut, beliau berpesan kepada para mahasiswa yang hadir agar menjadikan fase usia dua puluhan sebagai momentum emas untuk produktif.
“Masa usia dua puluhan adalah masa krusial dalam menentukan masa depan. Melalui bedah buku ini, saya berharap mahasiswa dapat menyerap pengalaman penulis tentang bagaimana menghadapi quarter-life crisis dengan cara yang positif dan inspiratif. Literasi harus menjadi napas perjuangan mahasiswa di kampus ini,” tambahnya.

Selaku pembedah, Khairul Azan membedah isi buku dari sudut pandang sosiologis dan praktis, menilai bahwa karya ini sangat relevan dengan keresahan mahasiswa saat ini. Sementara itu, Faza’ur Ravida menceritakan bahwa buku ini lahir dari perenungan dan pengalaman pribadinya selama menempuh pendidikan dan pascakuliah.
Ketua UPA Perpustakaan, Suhaila, S.IP., berharap kegiatan bedah buku seperti ini dapat dilakukan secara rutin. “Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai jantung aktivitas intelektual, di mana ide-ide baru dibahas dan karya-karya alumni mendapatkan tempat terhormat untuk diapresiasi,” ungkapnya.







