Bengkalis – Dosen Universiti Kebangsaan Malaysia Dr. Khazri, MA menjelaskan bahwa hubugan antara ulama di wilayah Melayu Serantau perlu dilestarikan hingga kini, karena wilayah ini merupakan satu kesatuan budaya dan manusia.
“Ulama seperti Idris Marbawi yang bukunya banyak dibaca oleh umat Islam pesisir timur Sumatera, mulai dari Aceh, Medan, Tanjung Balai Asahan, Pekanbaru, Bengkalis, Tanjungpinang dan umumnya digunakan di Malaysia, beliau berasal dari Teluk Merbau, Malaysia,” ujar alumnus Yordania ini saat diwawancarai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDK) Dr. Jarir, M. Ag dalam Podcast Bersembang, Rabu (1/4/2026).
Beberapa ulama dari Sumatera juga mengembangkan dakwahnya sampai ke negeri Malaysia seperti Syamsuddun Al-Sumtranay beliau bahkan meninggal di Melaka melawan penjajah Belanda saat itu menguasai Melaka, Abdul Somad Al-Falimbany sampai ke Patani, dan masih banyak ulama dari Sumatra yang berdakwah sampai Filipina, Kamboja dan Vietnam.
Tradisi ulama terdahulu di wilayah melayu serantau, dalam membangun jaringan dakwah, perlu dicontoh oleh ulama saat ini. Dalam konteks perguruan tinggi, tradisi ini bisa dilakukan oleh IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dengan UKM. Dua perguruan tinggi ini memiliki dosen dengan beragam latar belakang ilmu, patut untuk dijalin hubungan kerja sama.







