IAIN Datuk Laksamana Bengkalis (Bengkalis) Humas – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksamana Bengkalis melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Sosialisasi Lingkungan Motorik Terintegrasi Nilai Agama dan Kemelayuan” yang diselenggarakan di Desa Ulu Pulau pada hari Minggu, tanggal 21 Juni 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membangun pemahaman dan menanamkan kesadaran akan pentingnya pengembangan kemampuan motorik anak usia dini yang dikaitkan dengan nilai-nilai Agama dan kearifan budaya Melayu kepada masyarakat, khususnya guru PAUD, orang tua, dan generasi muda.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara dosen dan mahasiswa Program Studi PIAUD dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama terkait tugas pengabdian kepada masyarakat. Melalui pelaksanaan kegiatan ini peserta dibekali pengetahuan tentang cara menata lingkungan belajar yang mampu menunjang pertumbuhan fisik dan kemampuan gerak anak, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya dan nilai keagamaan sejak usia dini. Dosen bertindak sebagai pengarah dan pemberi materi utama, sedangkan mahasiswa berperan aktif dalam menyampaikan penjelasan, mendampingi peserta, serta melaksanakan berbagai kegiatan praktik di lokasi.

Kegiatan diselenggarakan dengan beragam edukasi, mulai dari penyajian materi, mempraktekkan langsung Alat Pembelajaran Edukatif (APE), saran dari masyarakat dan tanya jawab, hingga praktek bersama Stimulasi perkembangan motorik yang melibatkan warga dan tenaga pendidik PAUD di wilayah tersebut. Dalam suasana yang akrab dan kekeluargaan, seluruh peserta diajak menyadari bahwa upaya mengasah kemampuan gerak anak dapat diselaraskan dengan prinsip-prinsip seperti ketertiban, kerja sama, dan rasa kebersamaan yang menjadi ciri khas budaya Melayu serta selaras dengan ajaran Islam.
Selain memaparkan Materi, mahasiswa PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis juga memperagakan berbagai aktivitas dan Alat Permainan Edukatif yang dirancang khusus untuk melatih kemampuan gerak anak, baik yang melibatkan anggota tubuh besar maupun halus. Seluruh rangkaian kegiatan dikembangkan dengan memadukan unsur budaya dan nilai-nilai agama. Tujuannya adalah memberikan gambaran nyata tentang cara belajar yang menyenangkan, di mana anak dapat bergerak bebas dan mengeksplorasi lingkungan sekaligus memahami ajaran agama serta warisan budaya melayu. Melalui praktik langsung ini, peserta mendapatkan bekal tentang cara menyediakan tempat bermain yang aman, merangsang, dan mendukung perkembangan optimal anak usia dini.
Sebagai hasilnya, warga Desa Ulu Pulau memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai konsep lingkungan gerak yang memadukan unsur agama dan budaya Melayu. Pendekatan ini menempatkan kearifan lokal dan nilai keimanan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses belajar, sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat jasmani, cekatan, berakhlak baik, serta memiliki jati diri yang teguh.

Tak hanya berbagi pengetahuan, tim pengabdi juga mengajak masyarakat untuk senantiasa memperbarui cara mendidik anak sesuai perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang dimiliki. Lingkungan yang mendukung perkembangan gerak sekaligus bernuansa agama dan budaya dipandang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang seimbang, cerdas, dan tetap memelihara identitas daerahnya yaitu berpijak di bumi melayu.
Kegiatan ini disambut baik oleh warga Desa Ulu Pulau. Hal ini terlihat dari semangat peserta yang antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi aktif, mencoba berbagai contoh kegiatan yang ditampilkan, serta saling bertukar pengalaman mengenai cara mendukung tumbuh kembang anak di lingkungan rumah maupun sekolah.
Dengan terselenggaranya pengabdian ini, diharapkan dosen dan mahasiswa PIAUD IAIN Datuk Laksamana Bengkalis dapat terus berperan aktif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan warga dalam upaya bersama membangun generasi yang sehat, cakap, berkarakter, mencintai budaya, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wujud kepedulian dunia akademik terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini serta pelestarian warisan budaya. Dengan demikian, pola pembelajaran yang memadukan aspek fisik, agama, dan budaya dapat terus diterapkan dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.







