IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (humas) Bengkalis – Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis menggelar Workshop Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis risiko. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat pada Jumat (26/06/2026).

Acara ini akan berlangsung selama dua hari yakni Jumat – Sabtu (26-27 Juni 2026) dengan menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., yang merupakan Ketua Presidium Lembaga Penjamin Mutu (PILJAMU) PTKIN sekaligus Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Salatiga. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan wawasan strategis dalam memperkuat kerangka penjaminan mutu di lingkungan IAIN Bengkalis.
Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, M.Ag., menekankan pentingnya membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Menurutnya, adaptasi terhadap manajemen risiko dalam SPMI sangat krusial agar institusi dapat memitigasi berbagai tantangan akademik di masa depan.
“Workshop ini adalah langkah nyata kita untuk tidak sekadar memenuhi standar, tetapi benar-benar menerapkan sistem penjaminan mutu yang tangguh. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga kualitas layanan pendidikan di IAIN Bengkalis semakin meningkat dan diakui secara luas,” ujar Rektor.
Ketua LPM IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Johan Andriesgo, M.Pd.I., dalam sambutannya menjelaskan latar belakang dan tujuan digelarnya kegiatan ini. Ia memaparkan bahwa workshop ini menjadi muara dari serangkaian proses persiapan yang telah dimulai sejak awal tahun.
“Persiapan kegiatan ini sebenarnya sudah kita lakukan sejak Januari lalu, di mana kita mulai menyusun draf SPMI secara daring bersama Prof. Budiyono. Hari ini, kami melakukan penyusunan lebih lanjut dan sinkronisasi secara langsung agar sistem yang kita bangun benar-benar terukur dan aplikatif untuk setiap program studi,” ungkap Johan Andriesgo.
Workshop ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari para dosen perwakilan dari berbagai program studi di lingkungan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi penyusunan dokumen, mengingat pentingnya penguatan instrumen SPMI berbasis risiko bagi akreditasi dan mutu pembelajaran di masing-masing prodi.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pedoman SPMI yang lebih komprehensif, sehingga IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dapat terus melangkah maju dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan bermutu.







