Kepulauan Meranti, 21 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Posko Desa Kayu Ara Dusun 1 sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif pemberdayaan masyarakat bertajuk Workshop BATOK.LAB: “Pengolahan Batok Kelapa Menjadi Asap Cair Menggunakan Teknologi Pirolisis Sederhana”.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/08/2026) pukul 15.30 WIB hingga selesai ini dipusatkan di Halaman Posyandu Dusun 1 Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Perangkat Desa Kayu Ara, warga dan petani karet Desa Kayu Ara Dusun 1, serta perwakilan mahasiswa KKN dari Dusun 2 dan Dusun 3 yang turut antusias menyimak jalannya kegiatan.
Alat Pirolisis Rakitan Mandiri Berbahan Sederhana. Dalam workshop ini, mahasiswa KKN memperkenalkan sekaligus mempraktikkan langsung penggunaan alat pirolisis sederhana rakitan mandiri. Alat ini sengaja dirancang ekonomis menggunakan barang-barang yang mudah dijangkau warga sekitar, seperti: Peralatan: Pipa besi, kaleng besi sederhana, jirigen (kondensor air pendingin), tungku pembakaran, botol plastik bekas, kaleng sarden, dan pancis. Bahan Baku & Pendukung: Batok kelapa kering, kayu bakar, air, tanah liat (penutup celah), serta lem epoxy.
Proses Pembuatan dan Cara Pengunaan Asap Cair. Para pemateri memperagakan proses pembakaran batok kelapa di dalam kaleng besi kedap udara menggunakan tungku kayu bakar. Asap pekat hasil pemanasan tanpa oksigen (pirolisis) tersebut dialirkan melalui pipa besi yang terendam air pendingin di dalam jirigen. Melalui proses pengembunan (kondensasi), asap berubah menjadi tetesan cairan asap cair.
Untuk pengaplikasian pada getah karet (lateks), cairan asap cair yang sudah dikumpulkan terlebih dahulu diendapkan selama 2 hari. Setelah terpisah dari endapan ter, cairan jernih bagian atas diambil dan dituangkan secara merata ke karet yang baru dipanen sebagai bahan pembeku alami.
Nilai Tambah dan Efisiensi Bagi Petani. Pemanfaatan asap cair buatan mahasiswa KKN ini menawarkan sejumlah keunggulan utama: Mengurangi Bau Menyengat: Cairan asap cair efektif meminimalisir bau tidak sedap khas getah karet. Ramah Lingkungan & Ekonomis: Memanfaatkan limbah batok kelapa yang melimpah sehingga mengurangi ketergantungan petani pada cuka kimia pabrikan. Mudah Dibuat: Konstruksi alat sederhana dan bahan baku sangat murah.
Meskipun membutuhkan waktu pembekuan yang sedikit lebih lama dibandingkan cuka kimia di pasaran, warga menyambut positif inovasi ini karena mampu menghemat biaya operasional bertani. Jalannya Acara : Rangkaian acara dipandu oleh Rahma Sari selaku Moderator, diawali dengan pembacaan doa oleh Agus, sambutan Ketua Posko KKN Ridho, serta sesi ice breaking. Sesi penyampaian materi dipaparkan oleh Ridho dan Tri, yang dilanjutkan dengan peragaan praktik alat langsung oleh tim mahasiswa (Wahid, Cahaya, Putry, dan Agus) serta dokumentasi oleh Widya. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh perangkat desa, warga, dan mahasiswa.
Melalui program BATOK.LAB ini, mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berharap teknologi tepat guna ini dapat terus direplikasi oleh masyarakat Desa Kayu Ara, Rangsang Pesisir, guna mendongkrak efisiensi dan perekonomian petani karet lokal.







